27.8 C
Medan
Senin, Maret 4, 2024

Presiden Ajak Rakyat Bekerja Keras Mengejar Segala Ketertinggalan Akibat Pandemi Covid-19

Berita HariIni

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta (buseronline.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional Tahun 2023, yang digelar di Lapangan Banteng.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Jokowi mengapresiasi budaya masyarakat Indonesia yang saling menghormati, tolong-menolong dan bergotong-royong sehingga masa Pandemi Covid-19 di Indonesia dapat dilewati dengan baik.

“Itulah negara kita Indonesia, negara Pancasila. Itulah yang menyelamatkan kita, saling membantu, saling menolong, bergotong-royong,” ucapnya.

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit dan bekerja keras mengejar segala ketertinggalan yang terjadi akibat pandemi.

Presiden Jokowi berpendapat, situasi Indonesia saat ini sudah normal meskipun masih dalam masa transisi pasca pandemi.

“Saya mengajak kita semuanya untuk bekerja keras, bangkit, optimis untuk mengejar ketertinggalan-ketertinggalan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi turut menyampaikan rasa syukurnya terhadap perekonomian nasional yang berhasil tumbuh dengan sangat baik, bahkan mengungguli negara-negara G20.

Presiden Jokowi meminta semua pihak untuk terus meningkatkan kemitraan dan saling membantu seperti pada masa pandemi Covid-19.

“Ini yang harus ditingkatkan terus, dioptimalkan terus dengan selalu bergandengan. Yang gede, yang besar, gandeng yang kecil, yang tengah. Yang tengah gandeng yang kecil, semuanya bermitra, kemitraan bergandengan,” ucapnya.

“Kalau saat pandemi bisa, saat normal pun juga harus diteruskan saling membantu, saling menolong sehingga semuanya akan terangkat naik,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyebut keberhasilan tersebut tidak dicapai dengan mudah, mengingat pemerintah harus mengendalikan gas dan rem antara ekonomi dan kesehatan secara bersamaan.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga bersyukur Indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown sehingga perekonomian Indonesia tidak jatuh seperti negara-negara di Eropa.

“Saya putuskan tidak lockdown meskipun tekanannya lockdown, dan ternyata tidak salah. Itu kalau diputuskan lockdown bisa kita di minus 17 persen saat itu, ekonomi kita minus 17 persen dan mengembalikannya ke normal, itu yang sangat sulit karena minus-nya sudah langsung jatuh seperti negara-negara di Eropa,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Presiden Jokowi tidak lupa mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2574 kepada para tamu undangan yang hadir serta seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya.

“Selamat Tahun Baru Imlek 2574. Semoga Tuhan memberkati kita semuanya,” tuturnya mengakhiri.

Berita Lainnya

Berita Terbaru