Kamis, April 3, 2025
26.9 C
Medan

Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta (buseronline.com) – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2%.

Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1% penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5% penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi (22,2%).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr Eva Susanti, dalam temu media yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa perilaku masyarakat yang dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi adalah merokok, aktivitas fisik kurang, kurangnya makan sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan asin.

“Proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun yang melakukan aktivitas fisik kurang 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang melakukan aktivitas fisik cukup,” katanya.

Eva melanjutkan, proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun dengan obesitas sentral atau yakni kondisi kelebihan lemak pada perut 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral. Sementara itu, proporsi penderita hipertensi umur di atas 60 tahun dengan obesitas sentral sama dengan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral.

Eva menyampaikan, hipertensi dapat diturunkan dengan perilaku hidup sehat dengan ‘PATUH’, yakni Periksa kesehatan secara rutin dan ikut anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.

Presiden Indonesian Society of hypertension (InaSH, 2019-2021) Dr Tunggul D Situmorang, yang juga merupakan narasumber pada temu dia tersebut, menyampaikan bahwa ada beberapa faktor penyebab hipertensi, di antaranya stress, usia, keturunan, garam, dan obesitas.

Tunggul mengatakan, hipertensi atau darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi penyakit stroke, kebutaan penyakit gagal jantung dan juga gagal ginjal. Namun, darah tinggi atau hipertensi dapat diturunkan dengan berolahraga secara teratur, mengatur pola makan yang sehat, mengurangi konsumsi garam, konsumsi obat, dan menghindari stres.

“Ada begitu banyak pilihan-pilihan obat, begitu banyaknya obat-obatan, sehingga harus sudah tahu persis bagaimana mekanisme kerjanya, dipakai untuk siapa, dan harus digunakan dengan cara yang baik dan benar,” ujarnya.

Tunggul menyampaikan, untuk menurunkan hipertensi dan mencegah penyakit tidak menular lainnya, terapkan perilaku ‘Cerdik’, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress.

Peran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pengendalian hipertensi adalah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko hipertensi. Selain itu, Kemenkes juga mensosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, termasuk layanan diagnosis dan tata laksana/protokol serta pengobatan penyakit hipertensi agar hipertensi terkendali.

Kemenkes juga berfokus pada pengembangan SDM, melakukan integrasi terhadap semua sistem/aplikasi dalam SATU SEHAT, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap riset-riset inovatif. (R)

- Advertisement -

Hot this week

Real Madrid Melaju ke Final Copa del Rey 2024/2025 Usai Tundukkan Real Sociedad

Madrid (buseronline.com) - Real Madrid berhasil melangkah ke final...

Bologna Bantai Empoli 3-0, Satu Kaki di Final Coppa Italia

Roma (buseronline.com) - Bologna semakin dekat menuju final Coppa...

Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar Tiba

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI)...

Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua untuk Korban Gempa di Myanmar

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kembali menunjukkan...

Arus Mudik Lebaran 2025: 81% Kendaraan Telah Tinggalkan Jakarta, Angka Kecelakaan Menurun

Jakarta (buseronline.com) - Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus...

Topics

Real Madrid Melaju ke Final Copa del Rey 2024/2025 Usai Tundukkan Real Sociedad

Madrid (buseronline.com) - Real Madrid berhasil melangkah ke final...

Bologna Bantai Empoli 3-0, Satu Kaki di Final Coppa Italia

Roma (buseronline.com) - Bologna semakin dekat menuju final Coppa...

Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar Tiba

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI)...

Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua untuk Korban Gempa di Myanmar

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kembali menunjukkan...

Arus Mudik Lebaran 2025: 81% Kendaraan Telah Tinggalkan Jakarta, Angka Kecelakaan Menurun

Jakarta (buseronline.com) - Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus...

Arus Lalin Pancurbatu Longgar, Kendaraan Menurun 30%

Pancurbatu (buseronline.com) - Kapolsek Pancurbatu melalui Kanit Lantas Polsek...

Mentan Amran: Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Berhasil Kendalikan Harga Pangan

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman...

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Dokkes Polres Pematangsiantar Jaga Kesiapan Personel Pospam dan Posyan

Pematangsiantar (buseronline.com) - Dalam rangka memastikan kesehatan dan kesiapan...

Related Articles