Sabtu, April 5, 2025
27 C
Medan

Pilkada Lawan Kotak Kosong, Bukti Demokrasi Kita Makin Mundur

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Medan (buseronline.com) – Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Roy Fachraby Ginting merasa prihatin dengan kondisi Pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2024 karena ada yang melawan kotak kosong.

Karena hal ini merupakan bukti kemunduran demokrasi kita yang semakin memprihatinkan dan rakyat merasa demokrasi ini sebuah permainan elit yang memiliki akses politik dan pemilik modal.

Roy Fachraby Ginting melihat masyarakat yang sangat ramai membicarakan proses Pilkada tahun 2024 ini. Maraknya fenomena “kotak kosong” dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dinilai mencerminkan “kemunduran demokrasi” karena masyarakat dikondisikan untuk menghadapi pilihan yang “tidak ideal”, kata Roy Fachraby Ginting yang merupakan dosen Hukum Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU ini di Medan, Senin (2/9/2024).

Dikatakan Roy, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 43 daerah dengan pasangan calon tunggal kepala daerah hingga akhir agustus 2024 yang lalu. Itu artinya, mereka berpeluang melawan kotak kosong.

Untuk itu, KPU memperpanjang masa pendaftaran bakal calon kepala daerah untuk 43 daerah hingga 2-4 September 2024 untuk membuka peluang munculnya bakal calon pasangan baru, kata Roy Fachraby prihatin.

Dikatakan Roy, Pilkada kali ini akan menjadi pemilihan dengan jumlah kotak kosong terbanyak sepanjang sejarah demokrasi di Indonesia apabila tidak ada partai politik yang mengalihkan dukungannya pada masa perpanjangan itu.

Hal ini tentu sebuah bukti kemunduran demokrasi karena kompetisinya dihilangkan. Yang seharusnya masyarakat bisa melihat adu gagasan, menjadi tidak ada. Ibarat kata mau menang secara cepat saja karena tren menunjukkan calon tunggal sering menang.

Jadi, menurut Roy, ya sudah, diborong saja partai itu semua dalam satu perahu besar. Sudah barang tentu hal ini bukan tiket kosong, pasti ada yang ditransaksikan dan secara politik dan itu akan kelihatan setelah kepala daerahnya terpilih,” sambungnya.

Roy melihat bahwa fenomena kotak kosong dapat membuat perhelatan pilkada hanya akan menjadi semacam “formalitas” bagi masyarakat.

Roy melihat bahwa fenomena kotak kosong ini mulai muncul pada tahun 2015 dan makin marak terjadi di setiap penyelenggaraan pilkada serentak.

Padahal, hadirnya hanya satu pasangan calon atau paslon tunggal dalam pilkada dapat mengancam demokrasi dengan apatisnya masyarakat untuk ikut memilih dan berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah serta lahir sikap apatis rakyat untuk ikut Pilkada, karena berasumsi bahwa pemilik modal yang akan menang dalam pertarungan.

Menurut Roy, Pilkada melawan kotak kosong merupakan wujud dari lemahnya daya saing dan ketidakberanian melakukan kompetisi dalam pertarungan. Lawan dikalahkan sebelum maju dalam pertempuran, kata Roy.

Padahal, kata Roy, pertarungan yang sejati adalah saat ada lawan yang ada di hadapan, sehingga bila kemenangan yang diraih, atau kekalahan yang didapat, semua merupakan wujud ketangguhan dan keberanian yang sebenarnya.

Roy Fachraby Ginting melihat kasus Pilkada lawan kotak kosong ini adalah kesalahan partai yang gagal melakukan kaderisasi di satu pihak, dan di lain pihak telah terjadi krisis kepemimpinan di daerah, katanya.

Roy melihat bahwa partai yang seharusnya menyiapkan calon-calon pemimpin, partai terkesan hanya digunakan untuk kepentingan hal-hal yang sifatnya pragmatis oleh para elitenya, yang tak menutup kemungkinan tak lepas pula dari adanya konflik elite, ujarnya.

Roy Fachraby juga melihat penyebab utama dari fenomena ini adalah sistem politik yang tidak berfungsi dengan baik. Dalam demokrasi, transisi kekuasaan dilakukan melalui mekanisme elektoral yang melibatkan partai politik sebagai instrumen utama untuk rekrutmen dan seleksi kepemimpinan, termasuk dalam pilkada, katanya.

“Regulasi ambang batas pencalonan yang tinggi juga faktor yang turut berpengaruh walaupun sudah ada keputusan MK yang terbaru,” ujar Roy Fachraby Ginting. (P2)

- Advertisement -

Hot this week

Pemerintah Biayai PPG PAI Kemenag, Waspada Penipuan

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa seluruh biaya...

Jaga Stabilitas Harga Gabah, Bupati Jombang Hadiri Panen Raya Padi

Jombang (buseronline.com) - Bupati Jombang, Warsubi SH MSi, bersama...

Pemprov Jabar Anggarkan Rp2,4 T untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan...

Gempa Guncang Myanmar, Kementan Tunjukkan Kepedulian Lewat Bantuan Pangan

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan)...

Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Nasional Lewat Program MBG di Cimahi

Cimahi (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam...

Topics

Pemerintah Biayai PPG PAI Kemenag, Waspada Penipuan

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa seluruh biaya...

Jaga Stabilitas Harga Gabah, Bupati Jombang Hadiri Panen Raya Padi

Jombang (buseronline.com) - Bupati Jombang, Warsubi SH MSi, bersama...

Pemprov Jabar Anggarkan Rp2,4 T untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan...

Gempa Guncang Myanmar, Kementan Tunjukkan Kepedulian Lewat Bantuan Pangan

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan)...

Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Nasional Lewat Program MBG di Cimahi

Cimahi (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam...

RSUD dr R Soetrasno Tetap Siaga Selama Libur Idul Fitri

Rembang (buseronline.com) - Selama masa cuti bersama Idul Fitri...

Indonesia Kirim Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Myanmar

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia mengirimkan Emergency Medical Team...

Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 123 Dunia

Jakarta (buseronline.com) - Kabar menggembirakan datang dari dunia sepak...

Related Articles