Jakarta (buseronline.com) – Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan adanya kasus pemalakan terhadap masyarakat yang hendak berlibur ke tempat wisata, terutama di wilayah Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Guna mengatasi hal tersebut, Kapolri memerintahkan jajarannya untuk melakukan sweeping dan meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan.
“Kami meminta dilakukan sweeping, khususnya saat puncak arus liburan. Dari laporan yang masuk, memang sempat terjadi potensi pemalakan. Oleh karena itu, kami menginstruksikan untuk memperbanyak kegiatan patroli gabungan TNI-Polri serta melibatkan seluruh stakeholder terkait,” ujar Jenderal Sigit, Jumat.
Ia menyoroti peningkatan arus kendaraan menuju kawasan wisata di Jawa Barat, termasuk penggunaan jalur alternatif atau jalur tikus yang kerap menjadi lokasi rawan tindakan pemalakan.
Untuk itu, Kapolri menegaskan pentingnya langkah antisipasi agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
“Pergerakan masyarakat menuju wilayah wisata semakin meningkat. Oleh karena itu, sinergi antara TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, tenaga kesehatan, Jasa Marga, dan pihak terkait lainnya perlu terus ditingkatkan. Kami ingin memastikan rangkaian Operasi Nataru berjalan baik dan masyarakat terlayani dengan optimal,” tambahnya.
Operasi gabungan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang tengah merayakan momen liburan akhir tahun.
Kapolri mengingatkan agar pengawasan terus dilakukan secara intensif, terutama selama puncak arus libur Nataru. (R)