24.9 C
Medan
Jumat, Februari 28, 2025

Kerja Sama Kemenkes-Qure.ai: Manfaatkan AI untuk Deteksi TB

Berita HariIni

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi Qure.ai dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dini Tuberkulosis (TB) melalui pencitraan sinar-X dada.

Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak resmi ditandatangani di Jakarta sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa teknologi AI dapat membawa perubahan besar dalam efisiensi layanan kesehatan, terutama dalam diagnosis penyakit.

“Teknologi berbasis AI ini akan membuka peluang besar untuk menganalisis data medis dengan lebih cepat dan akurat, memberikan dampak positif baik bagi pasien maupun tenaga medis,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, beberapa langkah strategis telah disusun, antara lain:

1. Penggunaan AI untuk Deteksi TB
Teknologi AI dari Qure.ai akan diterapkan untuk menganalisis pencitraan sinar-X dada guna mengidentifikasi potensi kasus TB dan penyakit lainnya di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh Kemenkes.

2. Sistem Manajemen Data Terpusat
Pengembangan sistem terpusat akan memperkuat surveilans penyakit nasional dan mendukung layanan teleradiologi. Dengan demikian, tenaga medis dari berbagai daerah dapat mengakses hasil skrining secara real-time.

3. Pelatihan dan Dukungan Teknis
Kerja sama ini juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan dukungan teknis, termasuk bagi profesional di bidang teknologi informasi.

Sebagai tahap awal, program ini akan diuji coba di RS Fatmawati dan RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Jika berhasil, teknologi AI tersebut akan diterapkan lebih luas di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.

Penerapan AI dalam deteksi TB tidak hanya mempercepat proses diagnosis, tetapi juga meningkatkan efisiensi layanan radiologi. Dengan sistem digital ini, ketergantungan pada film sinar-X fisik akan berkurang, sementara penyimpanan dan distribusi data medis menjadi lebih terstruktur.

Menkes menekankan bahwa optimalisasi teknologi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti koneksi internet stabil, cloud hosting, dan Picture Archiving Communication System (PACS).

Pemerintah juga tengah menjajaki berbagai skema pendanaan untuk memastikan keberlanjutan implementasi teknologi ini dalam program kesehatan nasional. Dengan inovasi ini, diharapkan deteksi dini TB dapat ditingkatkan, sehingga langkah eliminasi TB di Indonesia bisa lebih cepat terealisasi. (R)

Berita Lainnya

Berita Terbaru