Solo (buseronline.com) – Kepolisian Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri akan menerapkan sistem satu arah (one way) di sejumlah jalan tol selama arus mudik Lebaran 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, dalam konferensi pers di Solo, Kamis.
Menurut Irjen Agus, sistem one way akan diberlakukan jika arus lalu lintas mengalami kepadatan dan mencapai batas maksimal kendaraan yang telah ditentukan.
“Di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), sistem one way akan diterapkan apabila jumlah kendaraan sudah mencapai 6.000 unit. Sementara itu, untuk Tol Kalikangkung, one way lokal akan diberlakukan ketika jumlah kendaraan mencapai 4.000 unit,” ungkapnya.
Selain itu, pengendara yang melintasi jalan tol akan mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen sebagai bagian dari kebijakan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik, Korlantas bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Jasa Raharja dalam melakukan survei jalur mudik.
Survei ini mencakup berbagai titik penting, seperti Pelabuhan Merak, tempat wisata di Jawa Timur, serta wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Tol fungsional Solo-Jogja diprediksi akan menjadi jalur favorit para pemudik tahun ini. Oleh karena itu, Korlantas telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengatasi potensi lonjakan kendaraan di ruas tol tersebut.
“Kami bersama pihak terkait akan merancang solusi terbaik guna menghadapi peningkatan jumlah kendaraan di jalur ini,” jelas Irjen Agus.
Dalam pengelolaan arus mudik Lebaran 2025, Korlantas akan membagi rekayasa lalu lintas ke dalam tiga klaster utama, yaitu:
1. Ruas Tol: Penerapan sistem one way di beberapa titik strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
2. Jalan Nasional: Pendirian pos pengamanan dan pos terpadu untuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
3. Lokasi Wisata: Rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah destinasi wisata guna mencegah kemacetan saat libur Lebaran.
“Kami telah menyusun strategi untuk menangani kepadatan arus menuju tempat wisata, sehingga perjalanan masyarakat tetap lancar dan nyaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan bahwa seluruh skenario pengamanan arus mudik akan diterapkan dalam Operasi Ketupat 2025.
Informasi lebih lanjut mengenai rekayasa lalu lintas ini akan diumumkan menjelang pelaksanaan operasi tersebut. (R)