Bandung (Buseronline.com) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi peran Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dalam pembangunan kembali SMP Muhammadiyah 3 Kertasari, Kabupaten Bandung, yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 5.0 skala Richter pada 18 September 2024 lalu.
Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut pada Selasa, Wamen Fajar menyampaikan terima kasih kepada Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungannya dalam memastikan layanan pendidikan tetap berlangsung.
“Atas nama Pemerintah Pusat, saya menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan gotong royong yang telah dilakukan. Ini adalah contoh praktik baik dari partisipasi berbagai pihak dalam mendukung dunia pendidikan,” ujar Fajar.
Fajar juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat.
Ia menyebut bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan Permendagri Nomor 3 Tahun 2023 tentang pengelolaan dana bantuan operasional satuan pendidikan untuk memastikan alokasi anggaran daerah dapat mendukung sekolah swasta.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyatakan bahwa program pembangunan kembali SMP Muhammadiyah 3 Kertasari merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam merespons bencana.
“Kami mengajak berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal, untuk berkolaborasi membangun kembali sekolah yang rusak akibat gempa. Ini adalah mandat Lazismu dalam membantu masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakib, juga mengapresiasi dukungan Muhammadiyah dalam pemulihan pascagempa, khususnya dalam sektor pendidikan.
“Dukungan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menyiapkan generasi emas 2045,” katanya.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah membangun sekolah darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Untuk pemulihan jangka panjang, Lazismu bersama Muhammadiyah di tingkat pusat dan daerah berupaya membangun kembali gedung sekolah yang lebih layak dan aman bagi para siswa.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan yang lebih tangguh, terutama di daerah yang terdampak bencana. (R)