Jakarta (buseronline.com) – Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) kembali menggelar Ajang Talenta BPTI 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Peluncuran yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan, termasuk dinas pendidikan dari seluruh Indonesia, praktisi, pengamat, kepala sekolah, guru, orang tua murid, serta pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Tahun ini, Ajang Talenta BPTI 2025 menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penyempurnaan mekanisme seleksi, perluasan cakupan peserta, serta integrasi platform digital guna memastikan kemudahan akses dan transparansi.
Kompetisi ini mencakup 140 cabang lomba yang terbagi dalam tiga bidang utama: riset dan teknologi, seni budaya, serta olahraga. Selain itu, kategori baru seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), literasi sastra, dan senam untuk tingkat SD turut diperkenalkan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menegaskan bahwa Ajang Talenta bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk membangun karakter serta menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas.
“Kami percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa ajang ini inklusif, merata, dan dapat diakses oleh seluruh anak-anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program ini.
Pemerintah daerah didorong untuk menyediakan fasilitas dan sarana pendukung bagi peserta, sementara dunia akademik, industri, dan komunitas kreatif diharapkan turut serta dalam pembinaan talenta muda.
“Ajang Talenta 2025 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah eksplorasi dan inovasi. Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta industri, kita bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan inspiratif,” kata Irene.
Ajang Talenta 2025 akan berlangsung sepanjang tahun dengan sistem seleksi berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Dengan pendekatan daring, kompetisi ini memberikan kesempatan bagi peserta dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi tanpa kendala geografis atau logistik.
Diharapkan, melalui ajang ini, akan lahir generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing global, serta tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif, inovatif, dan inklusif.
Informasi lebih lanjut mengenai Ajang Talenta 2025 dapat diakses melalui laman resmi Pusat Prestasi Nasional dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia di https://bpti.kemdikbud.go.id/2025/01/25/jadwal-pelaksanaan-ajangtalenta-bpti-2025/. (R)