Jakarta (buseronline.com) – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada energi sesuai dengan Asta Cita pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal), yang menjadi bagian dari transisi energi menuju sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan bahwa salah satu lokasi operasional yang menjadi perhatian adalah wilayah Kamojang, Bandung, yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk di bawah Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE).
“Saya merasa bangga bisa melihat langsung tempat yang berkontribusi besar bagi Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi. Ini sejalan dengan semangat Asta Cita pemerintah,” ujar Iriawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kamojang, Jumat.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi energi geothermal terbesar kedua di dunia. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong pengembangan energi panas bumi sebagai solusi energi masa depan.
“Sesuai Asta Cita Pemerintah, salah satu fokus utama adalah pengembangan energi geothermal sebagai bagian dari transisi energi,” kata Simon.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan guna mendukung ketahanan energi nasional dan target keberlanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT PGE Tbk, Julfi Hadi, menjelaskan bahwa Kamojang bukan hanya ikon bagi Pertamina, tetapi juga ikon global dalam pemanfaatan energi panas bumi.
“Kamojang adalah The First Geothermal di Indonesia dan salah satu dari empat lapangan uap kering di dunia. PT PGE Tbk memiliki visi menjadi The Leading Geothermal Producer In The World,” kata Julfi.
Kawah Kamojang, yang terletak di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, merupakan kawasan geothermal aktif dengan suhu uap mencapai 140°C. Kawasan ini juga menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, yang telah beroperasi sejak 1983 dengan kapasitas 200 MW. Selain itu, PLTP Unit 5 yang beroperasi sejak 2015 turut berkontribusi dalam penyaluran listrik sebesar 35 MW.
Selain berfokus pada pengembangan energi, Pertamina juga menggelar rangkaian Safari Ramadan 1446 H dengan tema “Harmoni Merangkai Energi” di berbagai kota.
Dalam kunjungan kerja sekaligus Safari Ramadan di Bandung, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan pentingnya membangun harmoni dan kolaborasi, baik di lingkungan kerja maupun dengan masyarakat sekitar.
“Ramadan menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan, agar kita dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan, bangsa, dan negara,” ujar Simon.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pertamina terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi serta meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. (R)