Medan (buseronline.com) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak Kamis (13/3/2025), menyebabkan meluapnya Sungai Batang Ayumi dan Sungai Batang Angkola, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai daerah. Bencana ini berdampak luas, terutama di Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut Novita Rohdearni Saragih mengatakan banjir dan longsor melanda seluruh kecamatan di Padang Sidempuan, menyebabkan 711 warga mengungsi dan 3.309 jiwa terdampak.
“Seorang korban jiwa atas nama Fitrah Maidi (30) telah ditemukan, sementara dua orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, satu korban mengalami luka berat dan telah mendapatkan perawatan medis,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Ia menyampaikan Dinas Kesehatan Padang Sidempuan (Dinkes PSP) telah mendirikan 22 pos kesehatan dengan dukungan tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan bidan. Farmasi Dinkes PSP memastikan ketersediaan obat-obatan mencukupi, sementara Dinas Kesehatan Provinsi Sumut telah menyalurkan 20 jenis bantuan kesehatan.
Banjir juga menerjang sembilan desa di tiga kecamatan di Tapanuli Selatan, berdampak pada 904 jiwa. Meski tidak ada korban jiwa, tiga desa lainnya di tiga kecamatan juga terdampak dengan delapan warga mengalami dampak langsung.
Untuk mengatasi kondisi ini, Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan (Dinkes Tapsel) telah membentuk 15 pos pelayanan kesehatan. Sementara itu, Dinkes Sumut turut memberikan 18 jenis bantuan kesehatan guna mendukung upaya penanganan di wilayah ini.
Dinkes Sumut terus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi warga terdampak. Ia mengimbau seluruh tenaga medis agar sigap dalam memberikan pelayanan kepada korban bencana.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan medis dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau warga di daerah rawan bencana agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas kesehatan,” ujarnya.
Saat ini, tim medis, relawan, dan pemerintah daerah masih berupaya memulihkan kondisi di wilayah terdampak, termasuk pencarian korban hilang dan perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat banjir serta tanah longsor.
“Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bekerja sama untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang,” tambahnya. (P3)