Jakarta (buseronline.com) – Proses seleksi penerimaan siswa angkatan pertama SMA Kemala Taruna Bhayangkara sedang berlangsung. Sekolah ini merupakan bagian dari ekosistem Sekolah Unggulan Garuda, sebuah program pendidikan unggulan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dengan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB), SMA ini berkomitmen mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.
Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi pionir dalam menyediakan pendidikan berasrama (boarding school) bertaraf internasional dengan beasiswa penuh bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Kami mengambil peran untuk turut berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa. Belajar dari negara-negara seperti China dan India, yang berhasil menekan angka kemiskinan melalui pendidikan berkualitas untuk seluruh kalangan masyarakat,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Salah satu keunggulan utama SMA Kemala Taruna Bhayangkara adalah pemberian beasiswa penuh yang mencakup biaya akademik, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya. Dengan sistem penerimaan need-blind admission, seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademik tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi calon siswa.
Penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) menjadi daya tarik lain dari sekolah ini. Kurikulum IB telah diakui secara global sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik, yang menekankan pemikiran kritis, keterampilan riset, dan adaptabilitas dalam menghadapi tantangan global.
Studi yang dilakukan oleh University of Chicago pada tahun 2023 menunjukkan bahwa lulusan program IB memiliki peluang 22% lebih besar untuk diterima di universitas peringkat global 100 besar dibandingkan lulusan kurikulum lainnya.
Sebagai bagian dari persiapan sekolah, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Devie Rahmawati, melakukan studi banding ke Letovo School di Moskow, Rusia. Letovo dikenal sebagai sekolah IB terbaik di dunia dengan sistem beasiswa berbasis latar belakang ekonomi keluarga.
“Sistem ini sangat adil dan fleksibel. Ini adalah contoh baik bagaimana pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan,” kata Devie Rahmawati yang juga merupakan associate professor di Universitas Indonesia.
Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo dalam menciptakan SDM unggul sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah telah menetapkan rencana pembangunan empat SMA Unggulan Garuda di berbagai wilayah, termasuk di Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Proses seleksi siswa baru terdiri dari tiga tahap: seleksi administrasi, tes akademik, dan karantina yang akan dilaksanakan di Semarang. Pendaftaran dibuka sejak 27 Desember 2024 dan akan ditutup pada 22 Januari 2025.
Dengan adanya SMA Kemala Taruna Bhayangkara, diharapkan semakin banyak siswa berprestasi dari berbagai latar belakang yang mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan pendidikan bertaraf internasional. (R)