Jakarta (buseronline.com) – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menghadiri Dialog Ramadan Lintas Agama yang digelar di Gedung Serba Guna Katedral Jakarta, Rabu. Dalam kesempatan tersebut, Menag menekankan pentingnya memperluas konsep kerukunan, tidak hanya antarumat beragama, tetapi juga dengan alam.
Menag mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran berbagai kalangan dalam dialog ini untuk membahas isu penting: merawat harapan dalam merajut kerukunan umat beragama. Ia menilai, kerukunan antarumat di Indonesia sudah cukup kuat dan menjadi kekuatan bagi kesatuan bangsa.
“Kalau saya boleh usul, kerukunan antarumat ini sudah selesai. Sepertinya kita perlu meng-upgrade menjadi trilogi kerukunan antara Tuhan, manusia, dan alam,” ujar Menag.
Menurutnya, persoalan kerukunan antarumat dapat diselesaikan secara kasuistik. Namun, tantangan ke depan adalah membangun harmoni antara manusia dan alam. Menag menyoroti dampak besar yang terjadi jika hubungan ini tidak terjaga.
“Daya dahsyat jika alam dan manusia tidak rukun. Data dari pemerhati lingkungan menunjukkan bahwa orang yang meninggal akibat kerusakan alam mencapai 1 juta jiwa per tahun. Ini adalah PR kita ke depan. Sudah saatnya Indonesia memulai langkah ini,” tegasnya.
Menag juga menekankan perlunya pendekatan baru dalam merawat lingkungan dengan menggunakan bahasa agama.
“Mungkin ada kegagalan dalam menggunakan bahasa birokrasi dan politik dalam menjaga harmonisasi manusia dan alam. Mari kita coba menggunakan bahasa agama dalam melestarikan lingkungan ini,” ujarnya.
Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap dialog lintas agama ini. Ia menilai pertemuan ini memiliki makna simbolis yang kuat, mengingat gedung yang sama pernah menjadi saksi Kongres Pemuda, yang melahirkan semangat persatuan bangsa.
“Moga-moga simbolisasi ini semakin meneguhkan persaudaraan kita agar kita dapat ikut membangun masa depan bangsa sesuai peran kita masing-masing,” ujarnya.
Ia juga berharap dialog ini akan membawa kemajuan bagi kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia.
“Kita yakin ke depan kita akan sampai kepada tujuan, baik menurut keyakinan iman kita masing-masing maupun cita-cita kemerdekaan masyarakat,” tambahnya.
Dialog Ramadan Lintas Agama ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, tidak hanya dalam hubungan antarumat beragama tetapi juga dalam menjaga keseimbangan dengan alam.
Para peserta yang hadir diharapkan dapat membawa gagasan ini ke komunitas masing-masing, demi menciptakan masa depan yang lebih harmonis dan berkelanjutan. (R)