Jakarta (buseronline.com) – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menekankan pentingnya memperkuat kehidupan beragama yang moderat di negara-negara serumpun, seperti Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Menteri Urusan Muslim Singapura, Masagos Zulkifli, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta.
“Saya senang sekali kita bisa berdiskusi seperti ini. Penguatan keberagamaan di negeri serumpun ini perlu terus kita lakukan bersama,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Rabu.
Menag juga menyoroti peran Majelis Agama Islam Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dalam mempererat kerja sama antarnegara dalam urusan keagamaan.
“Keberadaan MABIMS, yang melibatkan kita bersama, telah banyak memberikan kontribusi bagi umat, termasuk dalam hal rukyatul hilal,” tambahnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Duta Besar Singapura untuk Indonesia YM Kwok Fook Seng, Staf Khusus Menteri Agama Farid Saenong dan Gugun Gumilar, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag Arsad Hidayat, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi, serta Ketua Tim Kerja Sama Luar Negeri Kemenag Khoirul Huda Basyir.
Menteri Urusan Muslim Singapura Masagos Zulkifli menyambut baik inisiatif kerja sama ini dan menilai bahwa kolaborasi antarnegara serumpun dapat meningkatkan kualitas umat Islam di masing-masing negara.
“Kami bisa banyak belajar dari Indonesia. Di Singapura, penduduk Muslim adalah minoritas, tentu ada tantangan tersendiri,” ujarnya.
Masagos Zulkifli juga menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi perhatian utama di Singapura. “Bulan Juli nanti, kami akan mengadakan konferensi tentang masyarakat yang bersatu. Kami berharap Pak Menteri bisa hadir dalam acara tersebut,” tambahnya.
Kolaborasi antara Indonesia dan Singapura dalam bidang keagamaan diharapkan semakin memperkuat pemahaman Islam yang moderat, inklusif, dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam membangun harmoni sosial. (R)