Jakarta (buseronline.com) – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho memaparkan sejumlah strategi untuk mengawal arus mudik Lebaran 2025 kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Beberapa kebijakan yang akan diterapkan mencakup pembatasan kendaraan sumbu tiga, penerapan contraflow, sistem one way nasional, serta pembukaan sejumlah tol fungsional.
Kendaraan besar dengan sumbu tiga atau lebih dilarang melintas di jalan tol mulai 24 Maret hingga 8 April 2025. Namun, aturan ini tidak bersifat mutlak karena masih ada pengecualian untuk angkutan logistik tertentu, seperti sembako.
“Kendaraan sumbu tiga mulai dilarang tanggal 24 hingga tanggal 8, tetapi ini tidak absolut. Untuk angkutan sembako dan barang lainnya masih bisa melintas. Khusus di Tol TransJawa, kendaraan sumbu dua yang mengangkut batu dan pasir juga dilarang,” jelas Kakorlantas dalam keterangannya, seperti dilansir dari Laman Humas Polri.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, contraflow akan diterapkan berdasarkan volume kendaraan di ruas tol utama.
“Jika di Km 50 terdeteksi 5.500 kendaraan per jam, maka kita akan lakukan contraflow satu lajur. Jika jumlahnya naik menjadi 6.400 kendaraan, maka contraflow dua lajur diberlakukan,” ujar Agus Suryo Nugroho.
Penerapan contraflow juga akan dilakukan di area rest area yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Sistem one way akan diterapkan jika volume kendaraan mencapai 6.200 unit per jam di Tol Cikatama. Jalur one way akan berlaku dari Km 70 hingga Km 414 untuk mengurangi kepadatan.
“Pada arus balik, ketika volume kendaraan mencapai 7.500 unit per jam, kita akan memberlakukan one way tiga lajur dari Km 414 Kalikangkung hingga Km 70,” tambahnya.
Modifikasi one way tahun ini mencakup pembukaan beberapa ruas tol baru, termasuk Cisandau dan Ciperna, untuk menyeimbangkan arus kendaraan di jalur A dan B.
Tol fungsional juga akan mulai dioperasikan untuk mendukung kelancaran mudik. Salah satunya adalah Tol Japek 3 yang akan menghubungkan Sadang ke Deltamas.
“Dulu dari Bandung itu bertemu dengan TransJawa di Km 66, sekarang kita buat jalur langsung ke Deltamas, sehingga arus dari Bandung tidak bertemu dengan arus dari TransJawa,” jelasnya.
Selain itu, tol fungsional Solo-Jogja juga akan dioperasikan untuk menghindari kepadatan di titik masuk Yogyakarta. Exit tol di Klaten dan Prambanan akan diatur ulang untuk mengurangi kemacetan di jalur utama menuju kota tersebut.
Dengan strategi rekayasa lalu lintas yang matang, mulai dari pembatasan kendaraan besar, penerapan contraflow, sistem one way, hingga pembukaan tol fungsional, Kakorlantas Polri optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2025 akan lebih lancar.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Jasamarga dan pengelola tol lainnya, agar mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan terkendali,” pungkas Kakorlantas. (R)