Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) kepada 178 mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh selama delapan semester guna meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya memanfaatkan dana zakat secara berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan.
“Kami ingin memastikan dana zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda melalui pendidikan,” ujar Waryono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bimas Islam, yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis.
Program BeZakat menanggung biaya kuliah penuh selama delapan semester. Mahasiswa PTKIN memperoleh bantuan Rp99,7 juta, sementara mahasiswa PTN menerima Rp140,5 juta. Dana ini mencakup seluruh kebutuhan akademik hingga mereka lulus.
Pendanaan BeZakat bersumber dari zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan 17 Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional. Dengan skema ini, dana zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Sebanyak 10 PTKIN dan 11 PTN ditetapkan sebagai perguruan tinggi tujuan bagi mahasiswa penerima BeZakat. Beberapa PTKIN yang menerima program ini antara lain:
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
UIN Walisongo Semarang
Sementara PTN yang menjadi tujuan penerima BeZakat mencakup:
Universitas Indonesia (UI)
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Kemenag bersama BAZNAS dan LAZ nasional akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kampus penerima BeZakat.
“Kami ingin memastikan BeZakat benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Selain menyalurkan beasiswa, kami juga akan melakukan pendampingan agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi dengan baik,” kata Waryono.
Melalui program BeZakat, Kemenag berupaya mendorong pemanfaatan dana zakat secara lebih produktif dengan berorientasi pada pemberdayaan jangka panjang.
“Kami berharap BeZakat tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga melahirkan generasi yang berdaya saing, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” tutup Waryono. (R)