Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat industri sapi perah nasional melalui peningkatan populasi ternak dan kemitraan dengan peternak lokal. Upaya ini dibahas dalam audiensi antara Kementan dan PT Danone Indonesia di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi peningkatan produksi susu segar guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mempercepat pencapaian swasembada susu nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa kolaborasi antara peternak rakyat dan industri pengolahan susu sangat penting untuk menjaga stabilitas rantai pasok susu segar.
“Kami terus mendorong kemitraan industri untuk memastikan produksi susu yang stabil dan berkualitas. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pembiayaan bagi peternak melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah serta mendukung investasi dalam penyediaan bibit sapi perah unggul,” ujar Agung.
Dalam kesempatan itu, Kementan meminta PT Danone Indonesia untuk lebih aktif dalam mendukung peningkatan populasi sapi perah, baik dengan mendatangkan bibit unggul maupun memperkuat kemitraan dengan peternak lokal. Selain itu, Danone juga diharapkan dapat langsung mengolah susu segar menjadi produk pasteurisasi atau UHT untuk didistribusikan ke dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Model pasteurisasi ini pernah kami terapkan di Kecamatan Banyumas pada Agustus lalu, dan terbukti efektif dalam mendukung hilirisasi industri persusuan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Agung.
Salah satu tantangan utama dalam industri susu nasional adalah keterhubungan antara peternak dan industri hilir. Oleh karena itu, Agung menekankan pentingnya peran koperasi sebagai penghubung antara produksi susu peternak dengan kebutuhan industri pengolahan susu.
Public Affairs and Sustainability Senior Director PT Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa Danone siap mendukung peningkatan populasi sapi perah dan pengolahan susu segar sesuai dengan standar mutu ketat.
“Ini adalah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan susu berkualitas yang dapat disalurkan ke berbagai program gizi nasional, termasuk MBG,” katanya.
Danone juga berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dengan peternak melalui transfer teknologi dan peningkatan standar produksi.
“Dengan memastikan bahwa susu yang diserap dapat segera diolah dan didistribusikan ke program-program strategis, kami berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam peningkatan gizi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sapi perah nasional, menekan ketergantungan impor susu, serta memberikan manfaat ekonomi bagi peternak lokal. (R)