Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Gojek mengadakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra driver Gojek di Jakarta, Jumat. Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan para pekerja transportasi, yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kesehatan para pengemudi memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan keluarga mereka.
“Kalau mitra pengemudi sehat, mereka bisa terus bekerja dan menafkahi keluarga. Begitu sakit, penghasilan langsung berkurang. Jadi tugas kami bukan hanya mengobati, tapi menjaga agar tetap sehat,” ujar Menkes Budi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye nasional skrining kesehatan yang sedang digencarkan pemerintah.
“Kami sedang mengejar target skrining kesehatan harian, dari awalnya hanya 9.000-10.000 orang, kini hampir mencapai 100 ribu per hari. Target kami adalah 150.000 per hari. Dengan kolaborasi seperti ini, kami yakin bisa mencapainya. Apalagi mitra Gojek sangat banyak dan bisa menjadi contoh gaya hidup sehat,” tambahnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut mendukung penuh program ini, menyoroti pentingnya kesehatan pengemudi dalam industri transportasi.
“Transportasi bukan hanya soal kendaraan, tapi juga pengemudinya. Pengemudi yang sehat bisa bekerja secara optimal dan aman,” kata Menhub.
Menhub juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan Kemenkes akan diperluas, terutama menjelang musim mudik Lebaran.
“Kami juga akan bekerja sama saat mudik nanti. Kemenkes akan menyiapkan pos-pos pemeriksaan kesehatan di terminal bus, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Jadi para pengemudi bus, masinis, pilot, dan lainnya akan dicek kesehatannya sebelum bertugas,” jelasnya.
Presiden Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Gojek dalam meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
“Kami sangat mengapresiasi program ini dan akan terus mendukungnya melalui Program Swadaya Gojek. Edukasi mengenai gaya hidup sehat dan perlindungan mitra adalah prioritas kami,” kata Catherine.
Selain itu, Gojek juga berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program CKG kepada masyarakat.
“Kami secara proaktif turut mensosialisasikan program ini melalui halaman ‘Program Pemerintah’ di aplikasi GoPay, serta kanal-kanal lainnya di ekosistem GoTo dan Gojek. Dengan langkah ini, kami berharap manfaat dari program pemerintah bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah satu peserta, Kintri (45), mitra driver Gojek sejak 2017, mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menjalani pemeriksaan kesehatan meskipun sudah bertahun-tahun bekerja sebagai pengemudi.
“Selama ini saya kalau nggak sakit ya nggak pernah cek kesehatan. Tapi hari ini saya jadi tahu tensi saya berapa, gula darah saya berapa, bahkan berat dan tinggi badan saya. Banyak manfaatnya, apalagi ini gratis dan undangannya langsung dari WA resmi Gojek,” ujar Kintri.
Ia juga mengapresiasi sesi konsultasi dengan tenaga medis yang memberikan wawasan mengenai cara menjaga kesehatan.
“Tadi saya juga sempat konsultasi, jadi tahu penyebab tensi naik dan bagaimana cara menjaganya. Karena kita sebagai driver tiap hari kena angin, debu, hujan. Badan harus dijaga supaya tetap fit,” tambahnya.
Kintri berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mitra pengemudi.
“Kalau ada program kayak gini lagi, saya pasti datang dan akan ajak teman-teman juga. Banyak yang belum peduli sama kesehatan, padahal ini penting banget,” tutupnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Gojek, program kesehatan yang berkelanjutan dapat terus ditingkatkan demi menciptakan ekosistem transportasi yang lebih sehat, aman, dan produktif. (R)