Pekalongan (buseronline.com) – Sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK) di Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan, kini bisa menikmati air minum tawar secara gratis berkat program desalinasi yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Program ini berhasil mengubah air payau menjadi air tawar yang layak dikonsumsi langsung.
Salah satu warga Rusunawa Slamaran, Slamet, mengaku senang bisa menikmati air hasil desalinasi ini, yang menurutnya memiliki rasa berbeda dari air yang biasa ia konsumsi.
“Rasanya enak, segar, tidak asin,” ujar Slamet saat menghadiri peresmian program desalinasi, Selasa.
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa program desalinasi ini merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan akan segera diterapkan di daerah pesisir lainnya seperti Demak, Rembang, dan Jepara.
Menurutnya, program ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menyediakan air minum gratis bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli air galon atau kemasan.
“Air ini gratis. Jadi masyarakat dapat air bersih, dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” kata Luthfi.
Selain membantu meringankan beban ekonomi warga, program ini juga bertujuan untuk mencegah penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi pertama karena memiliki keterbatasan sumber air tawar, yang menyebabkan warga sulit mendapatkan air bersih siap minum. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan, seperti risiko stunting pada anak-anak.
Untuk mewujudkan program ini, Gubernur Jateng menggandeng BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip).
Mesin desalinasi yang telah dipasang di Kota Pekalongan memiliki kapasitas 4.000 liter per hari dan memberikan manfaat bagi 250 KK penghuni Rusunawa Slamaran serta masyarakat di sekitarnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan akses terhadap air bersih semakin merata, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Jawa Tengah. (R)