Jakarta (buseronline.com) – Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto memimpin Apel Kesiagaan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan untuk Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.
Dilansir dari laman Kemhan, apel ini menandai pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Myanmar yang terdampak gempa bumi.
Dalam amanatnya, Wamenhan menegaskan bahwa bencana gempa bumi di Myanmar telah mengakibatkan banyak korban serta dampak yang luas.
Ia menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan arahan dari Presiden RI sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian Indonesia terhadap negara tetangga.
“Keterlibatan prajurit TNI, petugas BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan Baznas dalam operasi militer selain perang (OMSP) untuk penanggulangan bencana merupakan suatu kehormatan. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kalian yang tetap menjalankan tugas negara di tengah cuti Lebaran. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Tugas harus berhasil!” ujar Donny Ermawan Taufanto.
Usai apel, Wamenhan dan jajaran melakukan pemeriksaan kesiapan satgas serta bantuan logistik yang akan diberangkatkan. Sekitar pukul 15.40 WIB, pesawat Hercules A-1342 yang membawa bantuan kemanusiaan lepas landas menuju Myanmar, dipimpin oleh Kolonel Penerbang Beni Aprianto.
Bantuan tahap pertama ini mencakup 12 ton logistik yang terdiri dari truk, genset, tenda, sarung, biskuit, makanan siap saji, pakaian, selimut, serta mie instan.
Tim aju yang diberangkatkan berjumlah 37 personel, terdiri dari 11 anggota tim gabungan kementerian/lembaga, 6 personel pengamanan dari Marinir dan Kopasgat, serta 20 kru pesawat Hercules.
Bantuan kemanusiaan ini dijadwalkan tiba di Nay Pyi Taw International Airport, Myanmar, guna mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
Melalui aksi ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam kerja sama internasional dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan di kawasan.
Dengan pengiriman bantuan ini, Indonesia berharap dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat Myanmar dan memperkuat hubungan bilateral di bidang kemanusiaan. (R)