Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) bersama berbagai instansi terkait telah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut tiba di Bandara Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa, setelah sebelumnya kloter pertama telah mendarat, Senin (31/3/2025).
Pada kloter pertama, pesawat Hercules A-1342 mengangkut bantuan seberat 12 ton yang terdiri dari berbagai kebutuhan darurat. Bantuan dari Kemhan RI mencakup tenda, sarung, selimut, dan mi instan.
Sementara itu, Basarnas dan BNPB menyertakan truk, genset, biskuit, makanan siap saji, pakaian, serta selimut.
Sebanyak 37 personel turut serta dalam penerbangan ini, terdiri dari 11 personel gabungan kementerian/lembaga, 6 personel pengamanan dari TNI, serta 20 awak pesawat Hercules.
Selanjutnya, Selasa, Indonesia kembali mengirimkan bantuan melalui dua pesawat militer, yakni Hercules A-1331 (Short Body) dan Boeing A-7309.
Pesawat Hercules A-1331 membawa 21 orang, termasuk satu unit truk Basarnas, perlengkapan SAR, tenda pengungsi dari Kemhan, serta tiga ekor anjing pelacak (K9) beserta tiga handler dan seorang dokter hewan.
Adapun bantuan lainnya berasal dari Presiden RI, Kementerian Pertahanan, BNPB, dan Mabes TNI.
Sementara itu, pesawat Boeing A-7309 mengangkut tujuh orang awak serta bantuan berupa selimut, matras, tenda pengungsi, serta 69 personel yang terdiri dari Tim INASAR (53 orang), Basarnas (5 orang), Kementerian Luar Negeri (3 orang), dan tim pengamanan (8 orang).
Kedatangan tim aju Satgas Bantuan Kemanusiaan disambut langsung oleh Atase Pertahanan RI di Myanmar, Kolonel Marinir Budi Cahyono.
Bantuan ini menjadi bukti kuatnya hubungan Indonesia dengan Myanmar serta komitmen Indonesia dalam mendukung pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Selanjutnya, tim aju akan melaksanakan tugas asesmen di berbagai titik wilayah terdampak pasca gempa serta mendirikan Posko Satgas Bantuan Kemanusiaan sebagai pusat kendali operasi bantuan kemanusiaan.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan pemulihan bagi rakyat Myanmar dapat berjalan lebih cepat dan efisien. (R)