Bandung (buseronline.com) – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya Festival Dulag Istimewa sebagai sarana untuk melestarikan tradisi masyarakat Jawa Barat dalam menyambut Idulfitri.
Festival ini dibuka pada Minggu malam di Bale Pakuan, Kota Bandung, dengan tema “Merawat Tradisi Melalui Harmoni untuk Jabar Istimewa.”
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan menabuh dulag (bedug) merupakan bagian dari tradisi Islam kultural di Indonesia, yang sudah dikenal luas di masyarakat sebagai bagian dari ritual spiritual menjelang Idulfitri.
“Bedug yang ditabuh menandakan kegiatan spiritualitas dalam memasuki hari-hari ganjil di bulan Ramadan,” ungkap Dedi.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Dedi, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Festival Dulag Istimewa bertujuan untuk merawat dan mengembangkan seni tradisi “Ngadulag,” yang merupakan tradisi memukul bedug pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Tradisi ini mengandung nilai-nilai kebersamaan, pelestarian budaya, serta syiar agama.
Festival yang diselenggarakan ini juga bertujuan untuk mengenalkan seni dan budaya tradisional ke generasi muda, agar tetap eksis dan tidak hilang ditelan zaman.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya kita,” tambahnya.
Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa Festival Dulag Istimewa diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang biasa terjadi saat malam takbiran.
“Daripada warga keliling di jalan, yang sering menimbulkan kemacetan dan konflik, kita membuka ruang kegembiraan melalui kegiatan ini. Saya lihat antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Festival ini diikuti oleh 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan 27 peserta dari perangkat daerah di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang budaya, tetapi juga sebagai wadah kegembiraan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. (R)