Jakarta (buseronline.com) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa di Myanmar dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap kedua.
Seperti dilansir dari laman Kemhan, bantuan tersebut terdiri dari 17 set tenda pengungsi dan 4 pengawal satwa yang diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A-1331 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa pukul 05.00 WIB.
Pelepasan bantuan ini ditandai dengan upacara yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr Suharyanto, di Lanud Halim Perdanakusuma.
Pada kesempatan yang sama, Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) yang terdiri dari 53 personel, lima orang perwakilan dari Baznas, tiga orang dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta delapan anggota tim pengamanan turut diberangkatkan menggunakan pesawat Boeing A-7309 pada pukul 10.00 WIB.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Dr Suharyanto menyampaikan apresiasi kepada Kemhan dan TNI atas dukungan penuh dalam misi kemanusiaan ini. Ia mengingatkan bahwa tim akan menghadapi tantangan berat setibanya di Bandara Nay Pyi Taw, Myanmar, termasuk keterbatasan komunikasi dan listrik yang masih padam.
Meski banyak negara telah mengirimkan bantuan serupa, Kepala BNPB menegaskan bahwa pengalaman tim Indonesia dalam operasi kemanusiaan menjadi aset berharga dalam misi ini.
Lebih lanjut, Letjen TNI Dr Suharyanto menekankan bahwa bantuan dari Indonesia kali ini merupakan yang terbesar, mencakup dukungan logistik dan perlengkapan pengungsian dari Kemhan. Rencananya, pengiriman tim terakhir bersama delegasi resmi dan logistik tambahan akan dilakukan pada Kamis (3/4/2025).
Di akhir sambutannya, Kepala BNPB menyampaikan kebanggaannya terhadap seluruh tim yang bertugas. Ia berpesan agar mereka menjaga nama baik bangsa dan bekerja dengan penuh dedikasi.
“Bekerjalah dengan positif karena itu akan mencerminkan kehormatan negara. Mari kita bertekad agar Sang Saka Merah Putih berkibar dengan cemerlang di Myanmar,” ujar Letjen TNI Dr Suharyanto.
Pengiriman bantuan tahap kedua ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membantu negara-negara yang terkena bencana, sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan solidaritas global.
Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan penderitaan korban gempa di Myanmar serta mempererat hubungan bilateral antara kedua negara. (R)