Jakarta (buseronline.com) – Pemerintah Indonesia mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari 35 tenaga medis ke Myanmar untuk membantu penanggulangan bencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada 28 Maret 2025. Tim ini membawa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan senilai Rp5,5 M.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa tim EMT akan berada di Myanmar selama satu bulan guna memberikan layanan medis kepada para korban gempa, baik warga negara Indonesia maupun masyarakat Myanmar yang terdampak.
“Mudah-mudahan, setelah lebaran, banyak yang bisa dilakukan untuk tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga penduduk Myanmar yang sekarang sedang mengalami bencana,” ujarnya.
Bantuan kemanusiaan ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan efektif di lapangan.
Perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Eko Medistianto menjelaskan bahwa tim EMT terdiri dari dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, penyakit dalam, anak, dan emergensi, serta perawat, tenaga farmasi, bidan, logistik, dan administrasi.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Myanmar menyebabkan sedikitnya 1.700 orang meninggal dunia dan lebih dari 3.500 orang luka-luka.
Ribuan rumah serta infrastruktur rusak parah, termasuk fasilitas kesehatan yang kewalahan menangani jumlah korban.
Sebagai respons awal, Indonesia telah mengirimkan tim tanggap darurat yang terdiri dari BNPB dan Indonesia Search and Rescue (INASAR) sejak 31 Maret 2025.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa bantuan logistik dan medis juga telah disiapkan, dengan total mencapai 124 ton barang kebutuhan darurat senilai sekitar 1,2 juta USD.
“Bantuan besar berupa logistik dan medis sudah kami persiapkan untuk diberikan kepada korban gempa,” ujar Sugiono.
Ia juga memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan WNI yang menjadi korban, namun pemantauan tetap dilakukan secara intensif oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Myanmar.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam solidaritas internasional untuk membantu Myanmar pulih dari dampak bencana.
Seluruh bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti shelter, alat kesehatan, dan obat-obatan, guna memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan perawatan dan perlindungan yang dibutuhkan. (R)