Kairo (buseronline.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk bertemu dengan hampir 2000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Rabu.
Acara yang digelar di Al-Azhar Convention Center ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan semangat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi para mahasiswa yang telah memilih Universitas Al-Azhar sebagai tempat menimba ilmu.
Ia menyebut universitas ini sebagai simbol pendidikan Islam moderat yang mengajarkan nilai-nilai damai dan toleransi.
“Saya bersyukur saudara-saudara memilih belajar di Universitas Al-Azhar, yang mengajarkan Islam damai, sejuk, dan moderat. Islam yang tidak mengajarkan kebencian, tetapi mencari titik temu,” ungkap Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya nilai keberagaman dan inklusivitas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membangun bangsa.
Ia mengenang sosok Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai contoh nyata pemimpin muslim yang mampu merangkul semua golongan.
“Gus Dur adalah tokoh yang dikenal dengan pemikiran inklusifnya. Beliau melindungi kaum minoritas dan menjadi panutan bagaimana Islam bisa selaras dengan keberagaman,” tuturnya.
Presiden mengajak mahasiswa untuk terus bekerja sama tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras demi membangun masa depan yang lebih baik. “Kita memiliki cita-cita yang sama, yaitu hidup yang damai, lepas dari ketakutan, dan penuh kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus meraih ilmu, tetapi juga mempersiapkan diri untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.
“Tidak mudah sekolah di negeri orang, jauh dari keluarga. Tapi saya yakin saudara-saudara memiliki ketabahan dan semangat yang kuat. Selamat belajar dan selamat berjuang,” pesan Presiden.
Pertemuan ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa Indonesia di Mesir. Presiden berharap generasi muda mampu menjadi pilar pembangunan bangsa melalui pendidikan yang mereka tempuh.
Dengan tekad dan kerja keras, ia percaya mahasiswa Indonesia di luar negeri akan membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi antara Presiden dan mahasiswa, yang memperkuat ikatan antara pemimpin bangsa dengan generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan membangun Indonesia. (R3)