Takengon (buseronline.com) – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke kampus IAIN Takengon pada Jumat.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Nanggroe menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan di wilayah tengah Aceh guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Gayo, baik dari segi budaya maupun pariwisata, yang perlu dikembangkan melalui kemajuan pendidikan tinggi.
“Apalagi Gayo memiliki destinasi yang sangat indah. Ini harus dikembangkan, dan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Wali Nanggroe menyatakan kesiapan untuk membantu transformasi IAIN Takengon menjadi UIN serta memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia, termasuk melalui program beasiswa ke luar negeri.
“Kami siap mendukung IAIN Takengon menuju Universitas Islam Negeri dan akan berupaya memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia, salah satunya melalui program beasiswa ke luar negeri,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa Lembaga Wali Nanggroe telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu kerja sama yang telah terjalin adalah dengan Rusia, yang dalam tiga tahun terakhir telah memberikan beasiswa bagi mahasiswa Aceh.
Mengenai proses perubahan status IAIN menjadi UIN, Wali Nanggroe meminta agar seluruh persiapan dilakukan dengan optimal.
“Siapkan semua yang diperlukan. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, saya akan membantu,” tegasnya.
Dukungan ini disambut baik oleh Rektor IAIN Takengon, Prof Dr Ridwan Nurdin MCL, yang menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari Wali Nanggroe. Ia menjelaskan bahwa transformasi IAIN Takengon menjadi UIN telah dipersiapkan dengan target pencapaian pada tahun 2027.
“Dalam dua tahun terakhir, kebijakan yang kami terapkan telah meningkatkan jumlah mahasiswa, yang merupakan salah satu syarat utama untuk menjadi UIN,” jelasnya.
Prof Ridwan juga menekankan perlunya pengembangan kelembagaan, baik dari segi sarana fisik yang masih terbatas maupun peningkatan keterampilan sumber daya manusia.
“Semoga dengan dukungan semua pihak, terutama dari Wali Nanggroe, IAIN Takengon dapat bertransformasi menjadi UIN pada tahun 2027,” harapnya.
Selain mengunjungi kampus, Wali Nanggroe juga menggelar pertemuan dengan Rektor IAIN Takengon, Ketua Senat, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil Dekan, serta Ketua Lembaga. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam pengembangan institusi guna mempercepat transformasi IAIN Takengon menjadi UIN. (R)