Lampung (buseronline.com) – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran meminta Polda Lampung bersama pihak pengelola pelabuhan, khususnya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Bakauheni, untuk memberikan atensi khusus terhadap kelancaran arus mudik, terutama kendaraan roda dua yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
“Yang menjadi atensi saya saat ini adalah arus kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, khususnya kendaraan roda dua. Pastikan mereka nyaman dan cepat untuk diseberangkan,” kata Komjen Fadil saat meninjau langsung kesiapan pelayanan mudik di Kantor ASDP Pelabuhan Bakauheni, Kamis.
Dalam kunjungannya, Fadil juga meminta Kapolda Lampung dan jajaran untuk terus konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi guna mencegah kemacetan, baik di area pelabuhan maupun di lokasi-lokasi vital lainnya seperti kawasan wisata yang diprediksi akan ramai pengunjung.
Menurutnya, Lampung merupakan jalur perlintasan yang strategis dan vital bagi arus mudik selain Pelabuhan Merak di Banten. Selain sebagai jalur penyeberangan, wilayah ini juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit selama libur panjang.
“Kita harus pastikan seluruh proses pengamanan, pelayanan, dan pengaturan arus berjalan maksimal. Jangan sampai masyarakat merasa tidak nyaman atau terganggu selama perjalanan mudik mereka,” ujar Jenderal bintang tiga tersebut.
Fadil juga menginstruksikan peran aktif dari fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) dan Hubungan Masyarakat (Humas) untuk menyampaikan informasi yang akurat dan memberikan penyuluhan langsung kepada pemudik serta wisatawan.
Ia menekankan pentingnya edukasi serta pendekatan persuasif agar masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan selama perjalanan.
Tak hanya di darat, Kabaharkam juga memberikan arahan kepada jajaran Direktorat Polairud untuk meningkatkan patroli perairan, terutama di sekitar pelabuhan dan jalur pelayaran.
Ia menyoroti pentingnya pengecekan terhadap kapal dan penumpang, serta kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi.
“Seluruh jajaran harus bersiap dengan segala kemungkinan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kita,” pungkasnya. (R)