24.4 C
Medan
Minggu, April 14, 2024

PLN Hadirkan Listrik Kualitas Terbaik Saat Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Sumut

Berita HariIni

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Medan (buseroline.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sumut pada 19 Agustus hingga 20 Agustus 2023.

Agenda kunjungan kerja Presiden tersebut di antaranya yaitu pembukaan Muktamar ke XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumut, kunjungan ke pasar Kota Medan hingga pengukuran/pelantikan kepengurusan DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Lapangan Benteng Medan.

Gelaran Muktamar XXIII secara resmi dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Ketua Umum PP IPM Nashir Efendi dengan memukul alat musik tradisional Batak Toba, Taganing di Gedung Serbaguna, Jalan Willem Iskandar Medan, Provinsi Sumut, Sabtu (19/8/2023).

Dalam pidatonya Joko Widodo menceritakan saat pertama sekali bertemu dengan IPM di Sidoarjo pada tahun 2008 lalu saat Muktamar ke XXI. Presiden juga mengatakan bangga dan mencintai kader IPM dari Sabang hingga Merauke.

“Saya ingat, saat bertemu langsung dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo pada 2008. Begitu ada undangan dari IPM akan muktamar, saya sampaikan akan mengatur waktu sebelum berangkat ke Afrika,” kata Joko Widodo.

Joko Widodo berpesan kepada seluruh pelajar Muhammadiyah agar terus belajar, menguasai dan mengembangkan teknologi digital karena saat ini adalah zamannya anak muda yang serba digital. Membuat generasi muda lebih unggul karena tumbuh di era digital (digital native).

Namun, Presiden meminta anak muda saat ini dapat manfaatkan teknologi untuk kesejahteraan umat sehingga menjadi generasi tangguh yang bukan hanya menguasai Iptek tetapi juga punya budi pekerti luhur, memiliki moral yang baik serta memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan.

Setelah menghadiri pembukaan Muktamar ke -XXIII di Gedung Serbaguna, Presiden melakukan tinjauan harga pangan di Pasar Sukaramai dan selanjutnya menghadiri pelantikan kepengurusan DPP GAMKI di Lapangan Benteng Medan.

Joko Widodo menyebutkan kepemimpinan nasional akan sangat menentukan terhadap lompatan Indonesia untuk menjadi Negara maju. Untuk mencapai hal tersebut setidaknya Indonesia membutuhkan waktu 13 tahun ke depan.

“Peluang Indonesia menjadi negara maju diperkirakan membutuhkan waktu 13 tahun ke depan. Sehingga pemimpin selanjutnya sangat menentukan negara kita ini bisa melompat maju atau tidak,” ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam wawancara di tempat yang berbeda, General Manager PLN UID Sumut Awaluddin Hafid menjelaskan dukungan penuh gelaran acara tersebut.

“Transisi energi yang menjadi fokus PLN saat ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan membangun bangsa di masa depan Indonesia dan itu ada di pundaknya para pemuda penerus bangsa,” ungkap Awaluddin.

Awaluddin mengatakan untuk menjaga pasokan listrik selama kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di Sumut, PLN UID Sumut telah menyiagakan petugas dan backup pasokan listrik.

Petugas PLN siap siaga selama 24 jam dengan bergantian shift untuk memastikan kondisi kelistrikan aman dan handal.

Persiapan lainnya yang dilakukan PLN UID Sumut yaitu dengan mempersiapkan 3 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 30 kVA dan 1 Unit Gardu Bergerak (UGB) berkapasitas 200 kVA. Peralatan backup tersebut telah dilengkapi dengan Automatic Change Over Switch (ACOS).

“Kami akan selalu siap untuk menjaga dan mengawal pasokan listrik di Sumatera Utara. Saat ini pasokan listrik cukup dan kami akan hadirkan listrik dengan kualitas yang terbaik,” tutur Awaluddin. (TR)

Berita Lainnya

Berita Terbaru