30 C
Medan
Jumat, Februari 23, 2024

Kapolda Sumut Copot Kapolres Dairi

Berita HariIni

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Medan (buseronline.com) – Akibat dugaan kasus penganiayaan terhadap dua personel Intelkam DS dan HS, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi akhirnya mencopot sementara Kapolres Dairi AKBP RHN untuk pemeriksaan Propam.

“Mulai hari ini saya menugaskan AKBP Rony Nicholas Sidabutar untuk sementara memimpin jalannya operasional dan pembinaan di Polres Dairi,” kata Agung dalam keterangannya di Instagram Humas Polda Sumut yang dilihat, Jumat (1/9/2023).

Irjen Pol Agung mengatakan hingga hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap Kapolres Dairi.

“Terkait dengan kejadian di Polres Dairi, hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap AKBP RHN,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui Kapolres Dairi AKBP RHN yang diduga menganiaya dua personel Intelkam, DS dan HS sempat meminta maaf.

“Saya meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” ucapnya, Senin (28/8/2023).

AKBP RHN merasa bersalah karena akibat tindakan yang diberikan menyebabkan DS dan HS masuk rumah sakit dan dia bertanggung jawab.

Polda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi terkait permintaan maaf tersebut mengatakan tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan.

“Orang boleh meminta maaf. Toh tidak mempengaruhi pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (30/8/2023).

Disinggung tentang sanksi pencopotan karena sudah bertindak arogan, Hadi mengatakan ranah pimpinan. “Itu pimpinan ranahnya,” pungkasnya.

Kasus ini bermula, dua personel Intelkam Polres Dairi terpaksa dirawat di RSUD Sidikalang diduga dianiaya pimpinan, Senin (28/8/2023) subuh.

Kedua personel bertugas di Satuan Intelkam itu yaitu Bripka HS dan Bripka DS diduga dianiaya Kapolres Dairi, AKBP RHN pada saat piket sekitar pukul 04.00 WIB.

Keduanya piket bersama yang lainnya. Pengakuan keduanya, piket pada saat itu sekitar belasan orang dan kena imbas.

DS dan HS di rumah sakit mengaku mereka ditampar bagian pipi dan ditinju pada bagian kepala di halaman Mapolres Dairi.

Bahkan DS mengaku setelah dari halaman dipanggil ke ruangan Propam. Ia dijambak dan ditinju.

DS juga mengaku perlakuan kekerasan fisik sudah pernah didapatkan dari pimpinan berpangkat melati tiga itu sebelumnya.

Dimana pada saa itu, ia terlambat lima menit menuju halaman Polres saat apel. Namun, dapat tamparan dari pimpinan tersebut.

Keduanya mengaku mengalami trauma fisik dan mental. Karena tanpa teguran, mendapat perlakuan kekerasan fisik dari pimpinan. (TR)

Berita Lainnya

Berita Terbaru