23.9 C
Medan
Sabtu, Juni 22, 2024

Peresmian Agrowisata Sileme-leme Pollung

Berita HariIni

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Humbahas (buseronline.com) – Bupati Humbahas diwakili Sekdakab Tonny Sihombing membuka secara resmi Panorama Agrowisata Sileme-leme, di Dusun VII Sipariama, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung.

Berada di ketinggian kurang lebih 1.600 meter dari permukaan laut, Panorama Indah Sileme-leme, menjadi spot yang tepat untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Objek wisata tersebut menjadi salah satu tempat liburan yang tengah naik daun selama beberapa tahun terakhir karena terdapatnya lokasi-lokasi yang cocok untuk spot-spot foto indah, berfoto selfie, dan instagramable.

Sudut pandang begitu luas, wisatawan bisa melihat objek-objek mulai dari yang cukup dekat hingga jauh sekalipun, seperti Pulau Samosir, Pulau Sibandang, Pulau Simamora, Desa Tipang, Bakara, dan sebagian Kecamatan Muara.

Sileme-leme dapat ditempuh sekitar 30 menit dari ibukota kabupaten Kecamatan Dolok Sanggul.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdakab Tonny Sihombing, bupati menyampaikan selamat atas dibukanya agrowisata Sileme-leme, dan berharap peresmian itu akan memantik lahirnya destinasi wisata lainnya di Humbahas.

Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu target Pemkab Humbahas dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui sektor pelaku usaha UMKM di sektor objek wisata.

“Destinasi wisata di kawasan Danau Toba merupakan salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas nasional. Tapi akibat pandemi, kondisi ekonomi dan pariwisata babak belur. Namun kehebatan pariwisata, meski babak belur pada masa pandemi Covid-19, dalam tempo singkat mulai menunjukkan taringnya, kini mulai hidup kembali karena kebutuhan orang untuk rekreasi,” katanya.

Ia menjelaskan Objek Wisata Sileme-leme itu merupakan salah satu desa wisata yang nantinya akan dikunjungi banyak orang dan ada potensi besar dengan fokus wisata pada sektor agrowisata pertanian.

Atas dasar itulah, lanjut dia menjelaskan, perlu ada pengembangan di lokasi itu dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak dan harus membawa kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat.

“Untuk pengembangan objek wisata ini sangat diperlukan menjalin kolaborasi agar dapat dinikmati secara bersama dan saling happy dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah desa dan swasta (investor),” ucapnya.

Ia menambahkan konsep bergerak bersama menjadi spirit dalam mengembangkan potensi kawasan wisata.

Pengembangan ekowisata itu harus memberikan dampak positif bagi ekonomi warga sekitar.

“Dengan berkembangnya area ekowisata dan agrowisata, kita mengharapkan tidak hanya investor dan pengelola saja yang menikmati hasilnya tetapi juga bisa dirasakan oleh warga setempat melalui sektor UMKM,” pungkasnya.

Sebelum memberikan sambutan, terlebih dahulu dilaksanakan penyerahan perlengkapan bantuan dari USU kepada desa binaan, penyerahan sertifikat dan peresmian tim sosmed dan content creator launching Desa Binaan Parsingguran II ditandai dengan pemukulan gondang/pengguntingan pita.

Kegiatan itu dihadiri Kadis Parpora, Jakkon Marbun, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP2A) Maradu Napitupulu, tokoh masyarakat dan tokoh adat, LPPM USU dan masyarakat. (TR)

Berita Lainnya

Selamat Idul Fitri

Berita Terbaru